Pernah nggak sih kamu merasa excited banget saat mau pesan PCB online untuk proyek elektronikamu, tapi begitu barang datang… kok hasilnya nggak sesuai harapan? Atau malah PCB-nya nggak bisa dipakai sama sekali?
Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak banget orang yang mengalami hal serupa, terutama bagi yang baru pertama kali memesan PCB secara online. Kadang masalahnya sepele, tapi dampaknya bisa bikin proyek terhambat atau bahkan harus pesan ulang dari awal.
Nah, supaya kamu nggak ngalamin hal yang sama, yuk kita bahas kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi saat memesan PCB online. Dengan tahu apa saja yang perlu dihindari, kamu bisa lebih percaya diri dan hasilnya pun lebih maksimal.

Kenapa Banyak yang Gagal di Langkah Awal?
Sebelum masuk ke kesalahan-kesalahan spesifik, penting banget buat memahami kenapa banyak orang terjebak di fase pemesanan. Sebagian besar masalah muncul karena kurangnya pemahaman tentang spesifikasi teknis atau terlalu terburu-buru saat mengisi formulir pemesanan.
Banyak platform pemesanan PCB online yang terlihat simpel dan user-friendly. Tapi di balik kemudahan itu, ada banyak detail kecil yang kalau terlewat bisa bikin hasil akhirnya meleset jauh. Misalnya soal ketebalan board, jenis material, atau bahkan format file yang diunggah.
Ditambah lagi, kadang kita terlalu fokus ke harga murah tanpa cek dulu apakah spesifikasinya sudah sesuai kebutuhan. Akhirnya, yang tadinya mau hemat malah jadi boros karena harus cetak ulang. Berikut ini beberapa kesalahan umum saat memesan PCB online :
1. Kesalahan dalam Menyiapkan File Desain
Ini dia salah satu kesalahan paling klasik: salah format file. Banyak pemula yang langsung upload file desain tanpa cek dulu apakah formatnya udah sesuai standar pabrik. Padahal, kebanyakan vendor PCB hanya menerima format Gerber atau kadang Excellon untuk drilling.
Kalau kamu kirim file dalam format lain seperti PNG, PDF, atau bahkan langsung dari software desain tanpa di-export dengan benar, kemungkinan besar file-mu nggak bisa diproses. Atau lebih parah lagi, file-nya bisa dibaca tapi hasilnya beda dari yang kamu bayangkan.
Selain format, resolusi dan layer juga sering jadi masalah. Kadang ada layer yang nggak sengaja ke-hide atau malah ada layer tambahan yang sebenarnya nggak perlu. Ini bisa bikin jalur PCB berantakan atau komponen jadi nggak nyambung.
Jadi sebelum upload, cek lagi file-mu pakai Gerber viewer. Pastikan semua layer tampil dengan benar, nggak ada garis atau lubang yang hilang, dan ukurannya sudah pas.
2. Tidak Mengecek Spesifikasi Teknis dengan Teliti
Spesifikasi teknis itu bukan sekadar angka-angka di form pemesanan lho. Ini sangat menentukan apakah PCB-mu nanti bisa berfungsi dengan baik atau malah bermasalah.
Salah satu yang paling sering diabaikan adalah ketebalan tembaga (copper thickness). Banyak yang langsung pilih default tanpa mikir apakah arus listrik di rangkaiannya cukup besar atau nggak. Kalau ternyata arusnya tinggi tapi tembaganya tipis, jalur bisa overheat atau bahkan putus.
Terus ada juga soal jarak antar jalur (trace spacing). Kalau kamu desain PCB dengan spacing terlalu kecil tapi pabriknya nggak support presisi setinggi itu, bisa jadi jalurnya nyambung atau malah putus saat produksi. Kalau di RaftechPCB, bisa memproses desain dengan lebar jalur dan jarak antar jalur (clearance) sampai dengan 0.1mm. Jadi perhatikan kemampuan pabrikan sebelum memesan PCB online.
Belum lagi soal material PCB. FR4 memang standar dan paling umum, tapi kalau proyekmu butuh ketahanan suhu tinggi atau fleksibilitas, kamu perlu pilih material lain. Kalau salah pilih, PCB bisa cepat rusak atau nggak cocok sama aplikasinya.
3. Mengabaikan Proses Review Sebelum Produksi
Banyak vendor PCB online yang menyediakan fitur design review atau preview sebelum produksi dimulai. Sayangnya, nggak semua orang memanfaatkan ini dengan baik. Padahal ini kesempatan emas buat cek ulang apakah semua sudah benar.
Kadang kita terlalu percaya diri sama desain kita sendiri. “Ah, udah yakin kok ini bener.” Eh ternyata begitu di-review, ada lubang yang kegedean, silkscreen yang kepotong, atau solder mask yang nggak rata. Ada juga yang skip tahap konfirmasi karena buru-buru pengen cepat jadi. Ujung-ujungnya begitu PCB sampai, baru deh nyesel karena ada bagian yang salah tapi udah terlanjur diproduksi massal.
Jadi meskipun kamu udah yakin 100%, tetep luangkan waktu buat cek preview atau minta second opinion dari yang lebih berpengalaman. Lebih baik lambat tapi pasti daripada cepat tapi salah. Setidaknya gunakan fitur DRC (Design Rule Check) di software PCB yang kamu gunakan.
4. Salah Pilih Jumlah dan Waktu Produksi
Ini juga sering banget terjadi. Kamu butuh PCB cuma 5 pcs buat prototyping, tapi karena ada diskon kalau pesan 50 pcs, akhirnya kamu ambil yang banyak. Padahal belum tentu desainnya final kan?
Atau sebaliknya, kamu pesan terlalu sedikit padahal tau kemungkinan gagalnya tinggi. Akhirnya begitu ada yang rusak saat soldering atau testing, kamu harus pesan lagi dan nunggu lebih lama.
Soal waktu produksi juga gitu. Banyak yang pilih express service meskipun sebenarnya nggak buru-buru, cuma karena takut kelamaan. Padahal kalau nggak urgent, lebih baik pilih yang standard aja supaya lebih hemat dan hasilnya tetap berkualitas.
Sebaliknya, ada juga yang underestimate waktu produksi. Mereka pikir PCB bisa jadi dalam semalam, padahal ada proses fabrikasi, quality control, sampai pengiriman yang butuh waktu. Jadi selalu hitung mundur dari deadline proyekmu ya.
5. Lupa Komunikasi dengan Vendor
Kadang kita merasa kalau sudah upload file dan bayar, tinggal tunggu barang datang aja. Padahal, komunikasi dengan vendor itu penting banget lho, terutama kalau ada hal yang nggak jelas atau butuh klarifikasi.
Misalnya, kamu nggak yakin apakah spesifikasi yang kamu pilih sudah tepat. Daripada nebak-nebak sendiri, lebih baik tanya langsung ke customer service atau technical support mereka. Biasanya mereka bisa kasih saran yang lebih akurat.
Atau kalau file kamu ditolak atau ada warning dari sistem, jangan langsung panik. Coba tanya dulu apa masalahnya dan bagaimana solusinya. Banyak vendor yang responsif dan siap bantu troubleshooting.
Apalagi kalau kamu pesan dalam jumlah besar atau untuk proyek komersial, komunikasi yang baik bisa bikin proses jadi lebih lancar dan minim kesalahan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Klik “Order”
Sebelum kamu benar-benar submit pesanan, ada beberapa checklist yang wajib kamu lakukan. Pertama, pastikan semua file sudah dalam format yang benar dan sudah di-zip sesuai ketentuan. Kedua, cek ulang semua spesifikasi: ukuran board, jumlah layer, ketebalan, warna solder mask, dan finishing. Jangan sampai ada yang terlewat atau salah klik. Ketiga, hitung lagi budget dan timeline-mu. Apakah harga yang kamu bayar sudah include ongkir? Berapa lama estimasi sampai? Apakah masih sesuai jadwal proyekmu?
Dan yang terakhir, baca syarat dan ketentuan atau FAQ dari vendor. Kadang ada aturan soal revisi, refund, atau handling komplain yang penting buat kamu ketahui.
Kalau kamu masih bingung soal spesifikasi teknis atau butuh panduan lebih detail tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum memesan PCB, kamu bisa cek informasi lebih lengkap di bagian teknis PCB supaya makin paham dan nggak salah langkah.
Memesan PCB online sebenarnya nggak sesulit yang dibayangkan kok, asal kamu tahu apa saja yang perlu diperhatikan. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, kamu bisa dapat hasil yang memuaskan tanpa harus bolak-balik revisi atau pesan ulang. Semoga artikel ini membantu dan selamat berkarya!