Aturan Dasar Routing PCB untuk Pemula yang Wajib Diketahui

Lagi desain PCB pertama kali? Pasti deg-degan banget pas buka software layout, liat sekumpulan garis-garis airwire yang berantakan kayak benang kusut. “Ya ampun, ini harus disambungin gimana sih biar nggak pendek?” Hampir semua anak elektro juga gitu kok, hampir nyerah sebelum mulai 😊. Tapi tenang, routing PCB itu sebenarnya nggak serumit yang dibayangin, asal kamu paham aturan dasarnya. Nah, di artikel ini kita bakal bahas bareng aturan-aturan routing PCB yang paling penting buat pemula. Dijamin setelah baca ini, kamu bakal lebih pede dan bisa langsung praktik tanpa takut bikin desain yang berantakan.

Kenapa Routing Itu Penting Banget?

Sebelum masuk ke aturan, kita ngobrol dulu yuk. Routing itu proses nyambungin titik-titik komponen pakai jalur tembaga (trace) di PCB. Kalau placement-nya udah bagus, routing bakal jauh lebih gampang. Banyak yang bilang PCB design itu 90% placement, 10% routing. Bener banget! Kalau komponennya ditempatin sembarangan, routingnya pasti ribet dan rawan error. Jadi, pastikan dulu placement-nya rapi sebelum mulai routing ya.

Aturan Dasar Routing yang Harus Kamu Pegang

1. Mulai dari Power dan Ground Dulu

Ini aturan nomor satu yang wajib kamu ingat. Jangan asal routing sinyal dulu. Mulai dari jalur power (VCC) dan ground (GND) karena ini yang paling krusial buat kestabilan rangkaian. Kalau power dan ground-nya jelek, rangkaian bisa berisik, bahkan nggak jalan sama sekali.

Buat ground, usahakan bikin plane atau jalur lebar yang solid. Hindari ground loop ya, alias jangan bikin jalur ground yang membentuk lingkaran besar karena bisa bikin noise. Pakai star grounding kalau bisa, atau minimal bikin ground plane di salah satu layer. Buat power juga, bikin jalur lebih lebar dari sinyal biasa. Contoh: kalau arusnya kecil (kurang dari 500mA), 0.5–1 mm lebar trace udah cukup. Kalau lebih, naikin jadi 1–2 mm atau pakai polygon.

2. Hindari Sudut 90 Derajat, Pakai 45 Derajat atau Lebih Baik Lagi 135 Derajat

Kamu pernah liat trace yang belok tajam 90 derajat? Itu nggak bagus lho, terutama buat sinyal cepat. Di sudut tajam, arus cenderung menumpuk di pojok, bisa bikin panas berlebih atau sinyal refleksi. Solusinya? Belok pakai sudut 45 derajat. Lebih bagus lagi, pakai dua belokan 45 derajat biar jadi sudut 135 derajat – ini lebih smooth dan aman buat manufaktur.

Di software kayak KiCad atau EasyEDA, biasanya ada opsi untuk otomatis bikin belokan 45 derajat. Coba deh aktifin, jauh lebih enak mata dan aman.

3. Jaga Jarak Trace (Clearance) dan Lebar Trace Sesuai Aturan

Ini bagian yang sering dilupain pemula. Setiap software punya Design Rule Check (DRC), dan kamu harus set aturan clearance minimal sesuai pabrik PCB yang kamu pakai (misal JLCPCB, PCBWay atau RaftechPCB biasanya minimal 0.15–0.2 mm buat trace dan spacing).

Aturan praktis buat pemula:

– Trace sinyal biasa: 0.25–0.5 mm lebar
– Power trace: minimal 0.5–1 mm, tergantung arus
– Jarak antar trace: minimal sama dengan lebar trace, atau ikuti spec pabrik

Jangan lupa cek DRC setelah routing selesai. Kalau ada error, langsung perbaiki. Lebih baik ribet sekarang daripada board-nya gagal produksi nanti.

4. Kurangi Penggunaan Via Sebisa Mungkin

Via itu lubang tembus buat nyambung antar layer. Keren sih, tapi setiap via nambah resistansi dan bisa bikin sinyal terganggu, apalagi kalau frekuensinya tinggi. Buat pemula yang biasanya bikin board 2-layer, usahakan routing di satu layer sebanyak mungkin, baru pakai via kalau memang nggak bisa dihindari.

Aturan simpel: kalau bisa sambung tanpa via, ya jangan pakai via. Kalau harus pakai, tempatkan via di grid yang rapi biar nggak bikin hot spot panas. Dan jangan taruh via di bawah komponen kalau bisa, nanti susah solder.

5. Routing Sinyal Penting Harus Pendek dan Langsung

Sinyal clock, data high-speed, atau sinyal analog sensitif harus dirouting sesingkat mungkin. Semakin panjang trace, semakin besar kemungkinan noise masuk atau sinyal melemah. Tempatkan komponen yang saling berhubungan dekat-dekat, biar trace-nya pendek.

Contoh: kalau kamu pakai mikrokontroler dan kristal, taruh kristal deket banget sama pin XTAL-nya. Jangan sampe trace kristal muter-muter keliling board. Itu resepnya noise dan osilator nggak stabil.

6. Gunakan Manual Routing, Jangan Terlalu Andalkan Autorouter

Banyak software punya autorouter, dan emang menggoda buat pemula. Tapi percaya deh, hasil autorouter sering jelek: trace muter-muter nggak perlu, via berlebihan, atau malah bikin short. Pakai autorouter cuma buat bantu awal atau bagian yang susah banget, tapi finishing tetep manual. Dengan manual routing, kamu belajar lebih dalam dan board-nya lebih rapi.

Kesimpulan: Kamu Pasti Bisa!

Nah, itu dia aturan dasar routing PCB yang paling penting buat kamu yang baru mulai. Intinya: mulai dari power & ground, hindari sudut tajam, jaga jarak & lebar trace, kurangi via, bikin jalur sinyal penting sesingkat mungkin, dan lebih baik manual daripada full autoroute.

Awalnya mungkin agak pusing, tapi lama-lama kamu bakal terbiasa. Bahkan nanti malah ketagihan liat board yang rapi dan semua koneksi nyambung sempurna. Pertama kali board kamu berhasil dibuat dan jalan, rasanya puas banget lho!

Jadi, yuk langsung buka software-nya dan coba praktikkan aturan-aturan di atas. Kalau ada yang bingung atau stuck, tinggal tanya aja di komentar atau komunitas elektronik. Kamu nggak sendirian kok. Semangat desain PCB-nya, pasti bisa! 💪

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *