Dalam dunia elektronika dan manufaktur perangkat keras, Printed Circuit Board (PCB) adalah tulang punggung dari hampir semua produk elektronik. Mulai dari charger sederhana, modul Arduino, hingga perangkat industri dan medis yang kompleks, semuanya bergantung pada PCB sebagai media penghubung antar komponen. Namun, tidak semua PCB dibuat sama. Salah satu perbedaan paling mendasar dan krusial adalah jumlah layer (lapisan) yang digunakan, yaitu single layer, double layer, dan multilayer.

Banyak kegagalan produk, pembengkakan biaya produksi, bahkan redesign yang memakan waktu lama terjadi karena kesalahan memilih jenis PCB. Oleh karena itu, memahami perbedaan ketiga jenis PCB ini bukan hanya penting bagi engineer, tetapi juga bagi pelaku bisnis, startup hardware, maupun pemilik produk elektronik.
Apa Itu PCB Single Layer, Double Layer, dan Multilayer?
PCB Single layer adalah jenis PCB paling dasar yang hanya memiliki satu lapisan tembaga di satu sisi papan. Semua jalur (trace) dan komponen hanya berada di satu permukaan, sementara sisi lainnya biasanya polos tanpa jalur sinyal. Karena strukturnya sederhana, jenis PCB ini sangat mudah diproduksi dan memiliki tingkat risiko manufaktur yang rendah.
PCB Double layer atau sering disebut two-layer PCB, memiliki dua lapisan tembaga, masing-masing di sisi atas dan bawah papan. Kedua lapisan ini dihubungkan menggunakan via, sehingga jalur dapat berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya. Fleksibilitas desainnya jauh lebih tinggi dibanding single layer, terutama untuk rangkaian dengan kepadatan komponen menengah.
PCB Multilayer adalah PCB yang memiliki lebih dari dua lapisan tembaga, biasanya dimulai dari 4 layer, 6 layer, 8 layer, hingga puluhan layer untuk aplikasi industri dan telekomunikasi. Lapisan-lapisan ini dipress menjadi satu kesatuan dengan bahan isolator di antaranya, memungkinkan desain sirkuit yang sangat kompleks dalam ukuran papan yang relatif kecil.
Perbedaan Utama Berdasarkan Struktur dan Kompleksitas
Perbedaan paling mendasar antara ketiganya terletak pada kompleksitas desain dan kepadatan jalur. PCB Single layer sangat terbatas karena semua jalur harus “berbagi ruang” di satu sisi papan. Ini membuatnya tidak cocok untuk rangkaian dengan banyak komponen atau sinyal yang saling bersilangan.
PCB Double layer memberikan solusi atas keterbatasan tersebut dengan memanfaatkan dua sisi papan. Jalur dapat disebar ke atas dan bawah, sehingga routing menjadi lebih rapi dan pendek. Hasilnya adalah performa sinyal yang lebih baik dan desain yang lebih efisien.
Sementara itu, PCB multilayer dirancang untuk sistem dengan kebutuhan tinggi seperti kontrol presisi, komunikasi berkecepatan tinggi, dan manajemen daya yang kompleks. Dengan adanya layer khusus untuk ground dan power plane, interferensi sinyal (EMI) dapat ditekan secara signifikan dan kestabilan sistem meningkat drastis.
Perbedaan dari Sisi Biaya dan Proses Produksi
Dari sisi biaya, PCB single layer adalah yang paling ekonomis. Proses produksinya sederhana, waktu pengerjaan singkat, dan tingkat cacat relatif rendah. Inilah alasan mengapa PCB jenis ini masih banyak digunakan untuk produk massal berbiaya rendah.
PCB Double layer berada di tingkat menengah. Biayanya memang lebih tinggi dibanding single layer, tetapi masih tergolong efisien untuk sebagian besar produk komersial. Dengan perencanaan desain yang baik, perbedaan biaya ini sering kali sebanding dengan peningkatan kualitas dan keandalan produk.
Sementar PCB multilayer memiliki biaya produksi paling tinggi karena melibatkan proses laminasi berlapis, alignment presisi tinggi, dan kontrol kualitas yang lebih ketat. Selain itu, jika terjadi kesalahan desain, biaya revisinya juga jauh lebih mahal. Oleh karena itu, PCB multilayer biasanya digunakan ketika benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar “ingin terlihat canggih”.
Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Jenis PCB
Berikut ringkasan karakteristik utama ketiga jenis PCB yang sering menjadi bahan pertimbangan sebelum produksi (ini adalah paragraf pertama yang menggunakan bullet, dan hanya satu):
- PCB Single Layer: murah, mudah diproduksi, cocok untuk rangkaian sederhana, tetapi sangat terbatas dari sisi desain dan performa.
- PCB Double Layer: fleksibel, lebih rapi, mendukung kepadatan komponen menengah, dengan biaya yang masih masuk akal
- PCB Multilayer: performa tinggi, desain sangat kompleks, ukuran lebih ringkas, namun mahal dan menuntut desain yang matang.
Aplikasi Nyata di Dunia Industri
PCB Single layer umumnya digunakan pada produk seperti lampu LED sederhana, modul power supply dasar, atau mainan elektronik. Produk-produk ini tidak memerlukan kepadatan komponen tinggi maupun kontrol sinyal yang presisi.
PCB Double layer banyak ditemukan pada perangkat IoT, controller berbasis mikrokontroler, modul driver motor, dan peralatan elektronik konsumen. Jenis ini sering menjadi pilihan paling seimbang antara biaya, performa, dan kemudahan produksi.
PCB Multilayer digunakan pada motherboard komputer, perangkat jaringan, alat medis, sistem otomasi industri, dan aplikasi RF. Pada konteks ini, kualitas sinyal, manajemen ground, dan efisiensi ruang jauh lebih penting dibanding sekadar biaya.
Bagaimana Cara Memilih Jenis PCB yang Tepat?
Pemilihan jenis PCB sebaiknya tidak didasarkan pada tren atau asumsi, melainkan pada kebutuhan teknis dan target bisnis. Berikut beberapa pertanyaan kunci yang sebaiknya dijawab sebelum menentukan pilihan (ini adalah paragraf kedua dan terakhir yang menggunakan numbering):
- Seberapa kompleks rangkaian dan jumlah komponennya?
- Apakah ada sinyal berkecepatan tinggi atau kebutuhan EMI control?
- Berapa target biaya produksi per unit?
- Apakah produk ditujukan untuk prototipe, low volume, atau mass production?
Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara jujur, Anda akan terhindar dari overdesign maupun underdesign yang sama-sama merugikan.
Kesimpulan
Perbedaan single layer, double layer, dan multilayer PCB bukan sekadar soal jumlah lapisan, tetapi menyangkut strategi desain PCB, biaya produksi, performa, dan keandalan produk akhir. Single layer unggul dalam kesederhanaan dan biaya rendah, double layer menawarkan keseimbangan ideal, sementara multilayer menjadi solusi untuk sistem kompleks dan berperforma tinggi.
Memahami karakteristik masing-masing jenis PCB sejak awal akan membantu Anda mengambil keputusan yang lebih tepat, efisien, dan berorientasi jangka panjang, baik sebagai engineer, pebisnis, maupun pemilik produk elektronik
