Pernah nggak sih Anda merasa sudah yakin banget sama sebuah desain, lalu menunggu dengan antusias sampai paket datang, tapi pas dibuka ternyata hasilnya nggak sesuai ekspektasi? Rasanya pasti campur aduk ya, antara kecewa, bingung, sampai sayang banget sama waktu dan biaya yang sudah keluar. Kejadian seperti ini sebenarnya cukup lumrah di dunia elektronika, terutama bagi mereka yang sedang mengerjakan proyek purwarupa atau produksi massal.
Membuat sebuah papan sirkuit cetak memang butuh ketelitian tingkat tinggi. Kadang, satu garis kecil yang terlewat atau ukuran lubang yang selisih nol koma sekian milimeter saja bisa membuat seluruh fungsi rangkaian jadi berantakan. Nah, artikel kali ini akan mengulas secara santai apa saja kesalahan klien yang sering terjadi saat order PCB agar Anda bisa menghindarinya di kemudian hari.
Tujuannya sederhana, supaya setiap proyek yang Anda kerjakan bisa berjalan mulus dari tahap konsep sampai jadi produk fisik yang siap pakai. Yuk, kita bedah satu per satu masalah yang biasanya muncul di meja produksi fabrikasi tanpa harus merasa sedang diajari secara kaku.

Memahami Alur Komunikasi antara Desain dan Fabrikasi
Seringkali, kita menganggap bahwa mengirim file ke produsen PCB itu sesederhana mengirim dokumen untuk diprint di atas kertas. Padahal, prosesnya jauh lebih kompleks dari itu. Saat Anda membuat sebuah rancangan dalam tahap desain PCB yang matang, Anda sebenarnya sedang memberikan instruksi teknis kepada mesin-mesin industri yang sangat sensitif.
Kesalahan komunikasi paling dasar biasanya terjadi karena adanya perbedaan asumsi. Misalnya, Anda berasumsi bahwa produsen akan otomatis tahu letak lubang bor, padahal file yang dikirim tidak menyertakan lapisan (layer) drill yang benar. Di sinilah letak pentingnya memahami bahwa apa yang terlihat bagus di layar monitor belum tentu bisa diterjemahkan dengan sempurna oleh mesin pabrik jika datanya tidak lengkap.
Dunia manufaktur bekerja berdasarkan data eksak. Jadi, setiap elemen seperti lebar jalur tembaga, jarak antar komponen, hingga warna masker penutup harus terdefinisi dengan jelas di dalam file Gerber Anda. Jika ada satu instruksi yang ambigu, produsen mungkin akan menebak-nebak atau justru menghentikan proses produksi untuk bertanya kembali, yang ujung-ujungnya malah menghambat waktu Anda.
Dampak Nyata Kesalahan Desain dalam Penggunaan Sehari-hari
Mungkin Anda bertanya-tanya, “Kok bisa ya kesalahan kecil jadi masalah besar?” Mari kita ambil contoh nyata. Bayangkan Anda sedang membuat alat pengatur suhu ruangan. Karena jalur tembaga (trace) yang Anda buat terlalu tipis, arus listrik yang mengalir jadi terhambat dan menimbulkan panas berlebih pada papan PCB itu sendiri. Hasilnya? Alat tersebut mungkin hanya bertahan satu minggu sebelum akhirnya terbakar atau korsleting.
Dampak lain yang sering ditemui adalah ketidaksesuaian komponen. Pernah nggak Anda sudah membeli komponen elektronika yang harganya lumayan mahal, eh pas mau dipasang ke PCB, ternyata kakinya nggak masuk ke lubang yang disediakan? Rasanya pasti gemas sekali, ‘kan? Kesalahan kecil dalam menentukan footprint atau ukuran lubang bor ini adalah salah satu dari sekian banyak kesalahan klien yang sering terjadi saat order PCB.
Selain masalah fungsional, ada juga masalah estetika dan kemudahan perakitan. Silkscreen atau tulisan panduan di atas PCB yang bertumpuk dengan lubang solder bisa membuat proses perakitan manual jadi sangat membingungkan. Padahal, fungsi utama dari tulisan-tulisan itu adalah untuk memudahkan Anda atau teknisi saat memasang komponen di tempat yang benar.
Berbagai Jenis Kesalahan Teknis yang Sering Ditemui
Kalau kita bicara soal teknis, ada daftar panjang yang biasanya membuat orang di bagian produksi mengernyitkan dahi. Salah satu yang paling juara adalah masalah clearance atau jarak aman. Sering kali, jalur-jalur tembaga diletakkan terlalu rapat satu sama lain. Akibatnya, saat proses cetak, jalur-jalur tersebut berisiko saling menempel (short circuit).
Kemudian ada masalah file yang tidak lengkap. Kadang klien hanya mengirim file desain asli dari software tertentu tanpa mengubahnya menjadi format standar industri seperti Gerber RS-274X. Perlu diingat bahwa tidak semua pabrik menggunakan software desain yang sama dengan Anda. Mengirim format yang salah bisa menyebabkan pergeseran koordinat atau hilangnya detail penting pada lapisan tertentu.
Masalah lain yang tak kalah sering adalah ukuran via atau lubang penghubung antar layer yang terlalu kecil. Mesin bor punya batasan fisik. Jika Anda mendesain lubang yang ukurannya di bawah standar kemampuan mesin, maka lubang tersebut bisa jadi tidak tembus atau justru merusak struktur papan. Anda bisa memanfaatkan layanan jasa cetak PCB tanpa minimum order untuk menguji apakah desain lubang dan jalur Anda sudah cukup aman sebelum memesan dalam jumlah yang sangat banyak.
Siapa Saja yang Biasanya Menghadapi Kendala Ini?
Sebenarnya, kesalahan klien yang sering terjadi saat order PCB bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari pemula sampai mereka yang sudah profesional. Mahasiswa yang sedang mengejar tenggat waktu tugas akhir seringkali terburu-buru dalam mengekspor file sehingga ada layer yang tertinggal. Keinginan untuk cepat selesai kadang mengalahkan ketelitian dalam melakukan pengecekan ulang.
Para penghobi elektronika juga sering terjebak dalam masalah ini karena biasanya mereka belajar secara otodidak. Mereka mungkin jago dalam hal logika sirkuit, tapi kurang familiar dengan standar manufaktur pabrikan. Misalnya, mereka tidak tahu bahwa ada batas minimum lebar jalur yang bisa dicetak dengan stabil tanpa risiko putus di tengah jalan.
Bahkan engineer di perusahaan besar pun tidak luput dari kesalahan, terutama saat menghadapi desain yang sangat kompleks dengan banyak lapisan (multi-layer). Tekanan waktu rilis produk sering kali membuat proses Quality Control internal jadi terlewat. Itulah mengapa, memiliki partner diskusi atau melakukan konsultasi melalui jasa desain PCB profesional agar hasilnya lebih presisi sangatlah disarankan bagi proyek-proyek yang bersifat kritikal.
Hal-Hal yang Wajib Dicek Sebelum Mengirim Pesanan
Nah, supaya Anda tidak masuk ke dalam lubang kesalahan yang sama, ada baiknya melakukan ritual pengecekan akhir. Pertama, selalu gunakan fitur DRC (Design Rule Check) yang ada di software desain Anda. Atur parameternya sesuai dengan kemampuan fabrikasi tempat Anda memesan. Ini adalah benteng pertahanan pertama untuk mendeteksi jalur yang terlalu dekat atau ukuran lubang yang tidak standar.
Kedua, luangkan waktu untuk melihat file Gerber Anda menggunakan aplikasi Gerber Viewer gratisan yang banyak tersedia secara online. Kadang apa yang terlihat benar di software desain (seperti Fritzing, Eagle, atau KiCad) bisa terlihat berbeda saat sudah diekspor menjadi format Gerber. Pastikan semua layer ada, mulai dari lapisan tembaga atas dan bawah, solder mask, hingga silkscreen.
Terakhir, jangan lupa cek daftar komponen atau Bill of Materials (BOM). Pastikan ukuran fisik komponen yang Anda beli benar-benar cocok dengan desain yang Anda buat. Sering kali klien memesan PCB dengan footprint komponen tipe SMD (permukaan), padahal komponen yang mereka miliki adalah tipe DIP (lubang tembus). Hal sepele seperti ini lho yang sering bikin proyek jadi tertunda berminggu-minggu.
Mempelajari kesalahan klien yang sering terjadi saat order PCB bukan berarti kita harus takut untuk mencoba. Justru dengan mengetahui titik-titik lemahnya, Anda bisa jadi lebih percaya diri saat mengirimkan desain. Dunia manufaktur PCB memang penuh dengan detail teknis, tapi seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman, Anda pasti akan semakin terbiasa dan mahir.
Ternyata memang masuk akal ya kalau ketelitian di awal itu jauh lebih murah harganya dibandingkan harus melakukan pemesanan ulang karena ada kesalahan desain. Dengan sedikit lebih sabar dalam melakukan pengecekan, Anda sudah menyelamatkan anggaran dan waktu berharga Anda. Tetap semangat bereksperimen dan semoga proyek elektronik Anda selanjutnya berjalan sukses tanpa kendala teknis yang berarti!
