Dalam dunia desain elektronik, keindahan dan profesionalitas tidak hanya ditentukan oleh fungsi rangkaian, tetapi juga oleh tampilan visual dari papan sirkuit cetak (PCB) yang dihasilkan. Salah satu elemen visual yang sering digunakan oleh para desainer PCB adalah logo, baik logo perusahaan, merek produk, maupun simbol pribadi yang menjadi identitas pembuat. Dengan menambahkan logo di PCB, produk terlihat lebih profesional dan mudah dikenali. Dalam software KiCad PCB Layout Designer, proses menambahkan logo atau gambar ternyata cukup mudah dilakukan jika tahu langkah-langkah yang tepat. Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana cara menambahkan logo atau gambar ke dalam layout PCB di KiCad, mulai dari tahap persiapan hingga pengecekan hasil akhir.
Langkah pertama sebelum mulai menambahkan logo ke desain PCB adalah mempersiapkan file gambar yang akan digunakan. Format gambar yang direkomendasikan oleh KiCad adalah .SVG, .BMP, atau .PNG, karena format-format ini mudah dikonversi menjadi footprint yang dapat dikenali oleh sistem. Agar hasilnya tajam dan jelas, gunakan gambar hitam putih dengan resolusi tinggi, karena warna atau gradasi tidak akan ditampilkan dalam hasil akhir silkscreen PCB. Gambar dengan detail terlalu halus sebaiknya dihindari, karena mesin cetak silkscreen memiliki batas ketebalan garis minimum sekitar 0,15 mm.
Setelah gambar siap, langkah berikutnya adalah melakukan konversi gambar tersebut menjadi footprint atau modul yang dapat diimpor ke layout PCB. KiCad menyediakan alat khusus untuk proses ini, yaitu Bitmap to Component Converter. Fitur ini bisa diakses melalui menu Tools > Bitmap to Component Converter. Setelah dibuka, pilih file gambar yang ingin digunakan, kemudian atur resolusi dan kontras sesuai kebutuhan. Pada bagian layer, pilih lapisan tempat logo akan ditempatkan, misalnya F.SilkS untuk sisi depan silkscreen atau B.SilkS untuk sisi belakang. Setelah pengaturan selesai, klik tombol Export untuk menyimpan hasil konversi dalam format .kicad_mod. File inilah yang nantinya akan digunakan sebagai footprint logo di layout PCB.
Langkah selanjutnya adalah membuka proyek PCB di PCB Layout Editor (pcbnew). Untuk menambahkan logo, buka menu Place > Add Footprint, lalu pilih opsi Browse Libraries untuk mencari file logo yang baru saja dibuat. Setelah ditemukan, klik logo tersebut dan tempatkan di posisi yang diinginkan pada layout. Penempatan logo sebaiknya mempertimbangkan area bebas dari jalur sinyal atau pad komponen agar tidak mengganggu fungsionalitas sirkuit. Logo dapat ditempatkan pada berbagai lapisan, tergantung kebutuhan desain. Jika ingin logo terlihat di bagian depan PCB, gunakan F.SilkS, sementara untuk logo di belakang gunakan B.SilkS. Jika ingin membuat efek unik seperti logo tembaga, bisa juga menempatkannya di lapisan F.Cu atau B.Cu, namun perlu berhati-hati karena lapisan ini membawa arus listrik.
Setelah logo ditempatkan, pastikan untuk mengatur ukuran dan posisi dengan teliti. Gunakan fitur Move dan Rotate untuk memposisikan logo secara presisi. Untuk memastikan hasil yang rapi, aktifkan grid dengan ukuran minimal 0,1 mm agar semua elemen sejajar secara sempurna. Dalam tahap ini, desain dapat diperiksa menggunakan 3D Viewer (Alt + 3) untuk melihat tampilan logo dalam bentuk tiga dimensi. Fitur ini sangat membantu dalam memastikan bahwa logo tidak tumpang tindih dengan komponen lain atau berada di luar batas PCB. Selain itu, sebelum mencetak atau mengirim ke pabrik, gunakan Gerber Viewer untuk mengecek ulang apakah logo muncul di layer yang benar dan tampil sesuai keinginan.
Mulai dari versi KiCad 7.0 ke atas, proses menambahkan logo semakin sederhana karena kini software ini mendukung impor file SVG langsung ke dalam PCB Layout Editor tanpa harus melakukan konversi manual. Caranya cukup dengan membuka menu File > Import > Graphics (.svg), memilih file logo, menentukan layer tujuan, lalu mengatur posisi dan ukuran sesuai kebutuhan. Metode ini jauh lebih efisien dan hasilnya lebih akurat karena tidak perlu melewati proses bitmap conversion.
Dalam proses menambahkan logo ke PCB, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan logo memiliki garis yang cukup tebal agar hasil silkscreen terlihat jelas. Kedua, hindari penggunaan gambar dengan detail terlalu kecil karena bisa hilang saat proses pencetakan. Ketiga, simpan file logo dalam folder proyek agar mudah ditemukan dan digunakan kembali di proyek berikutnya. Dan yang tidak kalah penting, jika PCB akan diproduksi secara massal, sebaiknya konfirmasi terlebih dahulu dengan pihak pabrikan mengenai batas ukuran minimum dan resolusi cetak untuk logo.
Terakhir, dengan menambahkan logo atau gambar pada PCB menggunakan KiCad adalah langkah sederhana namun memiliki dampak besar terhadap profesionalitas dan identitas desain. Dengan memanfaatkan fitur Bitmap to Component Converter atau Import SVG, desainer dapat menambahkan sentuhan personal pada hasil karyanya tanpa mengorbankan fungsi teknis dari papan sirkuit. Proses ini tidak hanya memperindah tampilan PCB, tetapi juga memperkuat branding dan memberikan kesan profesional bagi siapa pun yang melihat hasil akhirnya. KiCad sebagai software open-source terus berkembang, dan kini memberikan kebebasan penuh kepada desainer untuk berkreasi dengan lebih fleksibel dan efisien.