Pernah nggak sih kamu sudah susah payah mendesain PCB selama berhari-hari, tapi begitu file dikirim ke pabrik, hasilnya malah nggak sesuai harapan? Atau lebih parah, order ditolak karena file yang dikirim dianggap tidak valid? Kalau pernah, besar kemungkinan masalahnya ada di file Gerber yang kamu siapkan sebelum produksi.
File Gerber adalah “bahasa” yang digunakan desainer PCB untuk berkomunikasi dengan mesin produksi di pabrik. Kalau file ini bermasalah, sekecil apapun kesalahannya, bisa berdampak besar pada hasil akhir board yang kamu pesan. Makanya, memahami cara menyiapkan file Gerber yang benar itu bukan sekadar formalitas, tapi bagian penting dari alur kerja desain PCB yang profesional.
Di artikel ini, kita akan ngobrol santai tapi serius soal cara menyiapkan file Gerber dengan benar, mulai dari dasarnya sampai hal-hal kecil yang sering terlewat tapi krusial. Kamu juga bisa mampir ke halaman layanan PCB custom untuk memahami lebih jauh proses produksi yang akan menerima file Gerber yang kamu buat.

Apa Itu File Gerber dan Kenapa Penting Banget?
Secara sederhana, file Gerber adalah kumpulan file yang merepresentasikan setiap lapisan dari desain PCB kamu, mulai dari jalur tembaga, pad komponen, lubang bor, silkscreen, hingga soldermask. Format ini sudah menjadi standar industri PCB sejak puluhan tahun lalu dan digunakan hampir di seluruh pabrik PCB di dunia.
Bayangkan kamu sedang membangun rumah. Blueprint yang kamu kasih ke kontraktor harus detail, lengkap, dan tidak ambigu, karena dari situlah mereka bekerja. File Gerber fungsinya persis seperti blueprint itu. Kalau ada layer yang hilang atau dimensi yang salah, kontraktor bisa membangun tembok di tempat yang harusnya jadi pintu.
Nah, hal yang sama berlaku untuk PCB. Pabrik tidak akan “menebak-nebak” isi desainmu. Mereka akan memproses file Gerber apa adanya. Makanya, kamu perlu memastikan file yang dikirim sudah benar-benar bersih dan lengkap sebelum order masuk ke antrian produksi.
Layer-Layer dalam File Gerber yang Wajib Kamu Pahami
Salah satu kesalahan umum yang dilakukan pemula adalah hanya mengekspor sebagian layer saja. Padahal, setiap layer punya fungsi spesifik dalam proses produksi. Berikut layer-layer utama yang biasanya wajib disertakan.
- Copper Layer (Top dan Bottom) adalah layer yang paling vital. Ini berisi semua jalur tembaga, pad, dan koneksi antar komponen. Untuk PCB 2 layer, kamu perlu mengekspor F.Cu (front copper) dan B.Cu (back copper).
- Soldermask Layer adalah lapisan pelindung berwarna hijau (atau warna lain) yang menutupi permukaan tembaga kecuali di area pad. Layer ini mencegah timah menempel di tempat yang tidak seharusnya saat proses soldering.
- Silkscreen Layer berisi teks, label komponen, logo, dan referensi penanda lainnya yang dicetak di permukaan board. Layer ini penting untuk memudahkan perakitan.
- Drill File adalah file terpisah yang berisi koordinat dan ukuran semua lubang bor di board, baik untuk via maupun lubang komponen through-hole. File ini biasanya dalam format Excellon (.drl).
- Board Outline (Edge Cuts) mendefinisikan batas fisik dari PCB kamu. Tanpa layer ini, pabrik tidak tahu harus memotong board di mana.
Untuk panduan yang lebih mendalam soal masing-masing layer ini, kamu bisa baca panduan lengkap membuat file Gerber untuk PCB berkualitas tinggi yang membahas topik ini secara komprehensif.
Cara Mengekspor File Gerber dari Software EDA
Proses ekspor file Gerber sedikit berbeda tergantung software yang kamu pakai, tapi konsepnya tetap sama. Software seperti KiCad, Eagle, Altium, dan EasyEDA semuanya punya menu ekspor Gerber yang bisa kamu akses.
Di KiCad misalnya, kamu buka menu File > Plot, pilih format Gerber, centang semua layer yang diperlukan, lalu klik Plot. Setelah itu, jangan lupa klik Generate Drill Files untuk menghasilkan file bor secara terpisah. Kedua kumpulan file ini kemudian dikompres dalam satu file ZIP untuk dikirim ke pabrik.
Satu hal yang sering kelewat: pastikan kamu menggunakan unit yang benar saat ekspor. Umumnya pabrik menggunakan milimeter (mm), jadi kalau software kamu menggunakan inch, perlu disesuaikan. Kesalahan unit bisa bikin dimensi PCB kamu melenceng jauh dari yang direncanakan.
Kalau kamu menggunakan KiCad dan masih bingung dengan alur ekspor ini, ada artikel khusus yang membahas langkah demi langkah tentang cara mengubah desain layout PCB ke format Gerber di KiCad yang cocok banget untuk pemula.
Kapan dan Siapa yang Perlu Menyiapkan File Gerber Sendiri?
Kalau kamu seorang hobbyst yang baru mulai belajar elektronika, mungkin pertanyaan ini muncul di kepalamu: “Apakah aku harus bisa bikin file Gerber sendiri?” Jawabannya, tidak selalu, tapi sangat dianjurkan.
Bagi kamu yang sedang belajar desain PCB, memahami file Gerber akan membuat proses belajarmu jauh lebih solid. Kamu jadi tahu apa yang terjadi di balik desain yang kamu buat dan mengapa suatu komponen tidak bisa diletakkan sembarangan.
Bagi kamu yang sudah profesional, menyiapkan file Gerber dengan benar adalah standar minimum yang diharapkan. Terutama kalau kamu sedang mengerjakan proyek klien atau produk yang akan diproduksi massal, kesalahan file Gerber bisa mengakibatkan kerugian waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Sementara itu, kalau kamu bekerja di tim engineering sebuah perusahaan, biasanya ada workflow internal yang mengatur siapa yang bertanggung jawab atas verifikasi file sebelum dikirim ke pabrik. Pastikan proses review ini tidak dilewatkan, apapun alasannya.
Hal-Hal Kecil yang Sering Bikin File Gerber Bermasalah
Dari pengalaman banyak desainer PCB, ada beberapa hal kecil yang sering terlewat tapi justru menjadi sumber masalah terbesar saat produksi.
Clearance yang terlalu kecil. Setiap pabrik punya kemampuan manufaktur minimum yang berbeda, dikenal sebagai design rule atau DRC. Jalur tembaga yang terlalu berdekatan bisa menyebabkan short circuit atau bahkan gagal diproduksi. Selalu cek spesifikasi pabrik sebelum finalisasi desain.
Via terlalu kecil. Via yang diameternya di bawah batas minimum pabrik akan ditolak atau dimodifikasi tanpa pemberitahuan. Biasanya diameter minimum via adalah 0.2mm untuk lubang dan 0.4mm untuk pad via.
Soldermask expansion yang tidak tepat. Kalau soldermask terlalu rapat ke pad, proses soldering bisa jadi lebih sulit. Kalau terlalu lebar, permukaan tembaga yang tidak terproteksi jadi lebih besar. Nilai ekspansi sekitar 0.05–0.1mm biasanya cukup aman.
Tidak melakukan DRC sebelum ekspor. Fitur Design Rule Check di hampir semua software EDA bisa mendeteksi banyak masalah sebelum kamu ekspor file. Jangan skip langkah ini, sekuat apapun godaannya karena deadline mepet.
File tidak lengkap saat dikirim. Pastikan ZIP yang kamu kirim berisi semua file yang dibutuhkan: copper layers, soldermask, silkscreen, board outline, dan drill file. Kamu bisa menggunakan Gerber viewer seperti Gerber Viewer dari Tracespace untuk memverifikasi hasilnya secara visual sebelum dikirim.
Siapkan File Gerber-mu dengan Percaya Diri
Menyiapkan file Gerber mungkin terkesan teknis dan bikin kepala pusing di awal, tapi setelah kamu memahami logika di balik setiap layer dan mengikuti alur ekspor yang benar, semuanya akan terasa jauh lebih masuk akal.
Ingat, file Gerber yang benar adalah fondasi dari PCB yang benar. Semakin teliti kamu di tahap ini, semakin kecil kemungkinan ada revisi atau kejutan tidak menyenangkan di akhir proses produksi.
Jadi, nggak perlu khawatir berlebihan. Ikuti langkah-langkahnya satu per satu, manfaatkan fitur DRC di software desainmu, dan verifikasi file sebelum dikirim. Dengan cara menyiapkan file Gerber yang benar untuk produksi PCB seperti yang sudah kita bahas tadi, kamu sudah selangkah lebih dekat ke board yang sesuai ekspektasi dan siap untuk digunakan.
